Indonesia dicatat mempunyai total UMKM 64 juta per tahun 2020 ini, yang mana baru sekitar 13 persennya yang sudah mencoba dan meraba ke ranah digital, atau jika ditotal sekitar 8 juta UMKM. Artinya, masih banyak peluang besar bagi para pelaku UMKM Tanah Air untuk go digital dengan memanfaatkan berbagai platform yang ada agar skala bisnis dan pendapatan juga diharapkan terus meningkat.

Dari paparan Fajrin yang dikutip dari uzone.id (30/12/20), tentunya ada deretan manfaat yang akan dirasakan oleh pelaku UMKM jika mereka merambah ke platform digital. Di antaranya peningkatan produktivitas, menjangkau lebih banyak konsumen, meningkatkan efisiensi melalui data, profit bertambah, pelayanan ke pelanggan lebih baik, hingga meningkatkan daya saing global. Peluang tumbuhnya UMKM diakui Direktur Bisnis Digital Telkom, Fajrin Rasyid sangat masif di Indonesia. Berkaca pada data yang ada, kontribusi ekonomi digital di Indonesia pada 2020 mencapai Rp548 triliun dan diprediksi akan menyentuh angka Rp1.760 triliun pada 2025.

Dikutip dari uzone.id (30/12/20) Fajrin memperkenalkan beberapa produk digital dari Telkom yang sekiranya dapat digunakan oleh UMKM lokal yang tengah menyiapkan transformasi bisnisnya ke arah digital agar mampu berkembang di masa depan. Berikut daftarnya.

1. PaDi UMKM

Kpeanjangan dari Pasar Digital UMKM ini, adalah platform pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk para pelaku UMKM agar dapat berjualan bebas seperti halnya di marketplace digital saja. Platform ini diinisiasi oleh Kementerian BUMN, sehingga para pengguna PaDi juga mendapatkan akses untuk jual barang dan jasa pemerintah ke perusahaan BUMN lainnya.

2. Bonum

Aplikasi kasir digital (Point of Sales) ini digunakan untuk membantu kelola usaha. Terdapat berbagai fitur yang dapat dimaksimalkan oleh pengguna, seperti Harga Modal & Jual, Menu Jualan, Inventory, Preview & Cetak Struk, Manajemen Pegawai, Hitung Manual, dan Laporan. Bonum pun tersedia dalam dua versi, yaitu versi Lite yang ditujukan untuk UMKM yang ingin menikmati fitur-fitur bawaan secara gratis dan versi Advanced bagi yang membutuhkan fitur tambahan secara berbayar.

3. QRen

Aplikasi mobile teknologi QR Code ini hadir untuk menghubungkan para penjual dengan penerbit alat bayar agar proses transaksi pembeli semakin mudah. QRen menawarkan satu kode QR untuk semua jenis pembayaran dari dompet digital apapun. Aplikasi ini juga dapat memantau dan mengelola riwayat transaksi bisnis pengguna dari dasbor.

4. Sakoo

Telkom mengembangkan Sakoo (Satu Toko Online) berupa aplikasi mobile serta web. Layanan ini dapat dimanfaatkan UMKM untuk mengelola toko online dan offline secara terpusat. Artinya, Sakoo dapat mengintegrasikan channel penjualan offline dan online si pengguna. Selain itu, pengguna juga menjalankan kegiatan operasional, penjualan, pemasaran, sampai pengelolaan konsumen melalui satu platform ini. Enam kelebihan utama di dalam Sakoo di antaranya pengelolaan yang terpusat, menyimpan data pelanggan, memiliki fitur promosi, analisis bisnis, bisa multi-admin, dan membuat laporan akunting.

By adayg